kumpulan ceramah singkat

| Kamis, 08 November 2012

Bagaimana Kita Merespon Perintah Puasa

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
 Saat kita menunggu tamu istimewa datang, ada perasaan berharap untuk segera mendapatkan kepastian kedatangannya. Anggaplah ia pejabat, sahabat dekat yang lama tidak berjumpa, atau calon besan kita. Kita tentu menunggunya dan menyiapkan penyambutan yang istimewa pula. Demikian juga, ketika Ramadhan sudah menjadi tamu istimewa kita. Kita berharap segera menemuinya. Dan, alhamdulillah, mulai malam ini adalah hari-hari yang kita tunggu bersama.

Puasa Umat Terdahulu
 Satu amalan khusus pada Ramadhan yang tidak dijumpai pada bulan-bulan lainnya adalah puasa Ramadhan. Karenanya Ramadhan juga disebut sebagai Syahrush Shiyam.

 Kaum muslimin rahimakumullah…
 Ternyata perintah puasa tidak hanya ada untuk umat Islam. Jauh sebelum Rasulullah menerima wahyu, umat-umat terdahulu juga mendapatkan perintah yang sama. Inilah yang kita dapati dalam Al-Qur'an :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)

 Nabi Adam as. setelah diturunkan dari surga bertaubat kepada Allah swt dan berpuasa selama tiga hari setiap bulan. Itulah yang kemudian dikenal dengan puasa ayyamul bidh yang sunah untuk dikerjakan pada setiap tanggal 13, 14 dan 15 hijriyah setiap bulan. Nabi Daud as juga melaksanakan puasa. Puasanya bahkan lebih berat lagi; yakni satu hari puasa dan satu hari berbuka. Inilah yang kemudian kita kenal dengan puasa Daud, sunnah hukumnya bagi umat Muhammad. Dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam Al-Qurthubi menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada Yahudi selama 40 hari, sedangkan kepada umat nabi Isa selama 50 hari.

 بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان




7 Keutamaan Puasa

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT,
 Setiap ibadah dalam Islam memiliki keutamaan masing-masing. Demikian pula dengan puasa yang telah diwajibkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Krena itu, barang siapa diantara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah… (QS. Al-Baqarah : 185)

 Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :
1. Amal mulia yang pahalanya akan dibalas langsung dari Allah SWT

 Jika amal-amal lain telah disebutkan pahalanya oleh Allah SWT, ternyata pahala puasa akan langsung diberikan Allah SWT tanpa diberitakan terlebih dahulu berapa batasan pahalanya. Ibarat seseorang yang bekerja dan telah disebutkan gajinya sekian dan sekian, maka kita bisa memperkirakan berapa hasil yang diperoleh. Tetapi saat owner perusahaan atau bos kita mengatakan "bekerjalah dan saya langsung yang akan memberikan gajimu" bisa jadi hasil yang kita dapatkan di luar dugaan kita, tergantung bagaimana kualitas kerja kita.

 Shadaqah misalnya, sudah disebutkan Allah SWT tentang pahalanya :

 مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261)

 Sedangkan untuk puasa ini, Allah SWT berfirman melalui hadits qudsi :

 قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

 Allah berfirman: "Setiap amal anak Adam untuknya kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…" (Muttafaq 'Alaih)

 Tidakkah kita termotivasi untuk berpuasa sebaik-baiknya, memelihara keikhlasan dalam menjalankannya dan karenanya kita akan mendapatkan perhitungan langsung dari Allah SWT yang boleh jadi jauh lebih hebat dari pada apa yang kita duga?

2. Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik

 Meskipun manusia tidak menyukai bau mulut orang yang berpuasa karena tidak sedap, tetapi di sisi Allah SWT itu lebih baik dan lebih harum dari pada minyak misik.

3. Orang yang puasa akan mendapat dua kegembiraan

4. Memasukkan pelakunya ke dalam surga

 Suatu hari Abu Umamah datang kepada Nabi SAW dan bertanya tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga. Imam Ahmad, Nasa'i dan Hakim meriwayatkan dalam hadits berikut ini:

 عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقُلْتُ مُرْنِى بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِى الْجَنَّةَ. قَالَ « عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عِدْلَ لَهُ ». ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ فَقَالَ « عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ »

 Dari Abu Umamah berkata: Saya datang kepada Rasulullah SAW, maka saya berkata: "Perintahkan kepada saya dengan sebuah amal yang dapat memasukkan saya ke dalam surga!" Rasulullah SAW menjawab: "Berpuasalah, sesungguhnya tiada tandingan baginya" Kemudian saya datang untuk kedua kalinya, maka Beliau berkata: "Berpuasalah"  (HR. Ahmad, Nasa'i dan Hakim dan dia menshahihkannya)

 Tidakkah kita ingin dimasukkan Allah ke surga yang kenikmatannya sangat luar biasa hingga membuat setiap orang yang mengetahuinya akan memiliki kecintaan pada surga?

5. Puasa akan menjadi pemberi syafa'at bagi pelakunya

 Di hari kiamat yang tiada lagi berguna apapun selain pertolongan Allah dan syafa'at yang diizinkannya, betapa berbahagianya seorang muslim mendapatkan syafa'at akibat puasa yang dilakukannya dan Al-Qur'an yang dibacanya.
7. Puasa sehari di jalan Allah menjauhkan pelakunya dari neraka sejauh tujuh puluh musim

 Diantara keutamaan puasa adalah menjauhkan pelakunya dari neraka. Satu hari puasa setara dengan penambahan jarak sejauh tujuh puluh musim dari neraka.
Orang-orang yang Berhalangan Puasa

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
 Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam sangat memahami bagaimana kondisi manusia karena ia adalah Din yang dipilihkan oleh Allah, sang Pencipta manusia kepada manusia.

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah : 3)

 Allah SWT yang telah menciptakan manusia adalah Dzat yang Maha Tahu tentang manusia. Dia Maha Mengetahui bahwa antara manusia yang satu dan manusia yang lain berbeda. Tidak semua manusia memiliki kekuatan fisik yang prima. Karenanya, tidak semua manusia dikenakan beban dan tanggungjawab yang sama.

 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah : 286)

 Demikian pula yang berlaku pada puasa. Meskipun hukum asalnya wajib, tetapi ada orang-orang tertentu yang boleh tidak berpuasa. Allah SWT Maha Tahu tentang kondisi mereka sehingga tidak mewajibkan mereka untuk tetap berpuasa, melainkan diberi keringanan untuk berbuka. Bahkan ada juga yang wajib berbuka, tidak boleh meneruskan puasanya, tentu dengan konsekuensi yang sudah ditetapkan oleh syariat.

Puasa yang Berkualitas
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
 Puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang akan dinilai langsung oleh Allah sehingga ia tidak dibatasi oleh pelipatgandaan pahala 10 sampai 700 kali. Rasulullah SAW:

 كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; sati kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR. Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi)

 Nilai puasa di sisi Allah, dengan demikian, akan sangat bergantung pada kualitasnya. Semakin ia berkualitas, semakin tinggi nilainya di sisi Allah. Sebaliknya, puasa yang kualitasnya sekedar menahan lapar dan haus, ia tidak bernilai apa-apa di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda:

 رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)


Berupaya Menerapkan Islam Kaffah

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
 Ramadhan adalah bulan istimewa. Di negeri kita, perubahan besar segera terjadi dan kita rasakan di bulan Ramadhan ini. Tiba-tiba suasana menjadi lebih relijius. Tiba-tiba iklim agamis menyelimuti masyarakat kita. Bahkan sampai pada acara TV dan iklan. Bahkan sampai pada artis dan selebritis yang mendadak berjilbab.

 Di masyarakat, pengajian menjadi marak. Kebaikan menjadi mendominasi, dan kemaksiatan terusir pergi. Seakan-akan kondisi ini menggambarkan hadits Rasulullah SAW:

 إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Apabila telah masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu-pintu surga dan tertutuplah pintu-pintu neraka dan setan-setan pun terbelenggu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
 Iklim agamis ini, akankah kembali menjadi sekedar rutinitas saja; hanya berlaku satu bulan saat Ramadhan kemudian nantinya ia akan berganti, kembali seperti bulan-bulan sebelum Ramadhan tiba? Kita mungkin tidak bisa memaksa orang lain atau menuntut masyarakat kita secara makro untuk mempertahankannya. Namun, kita sebagai pribadi bisa memulainya dengan mengubah dan memperbaiki diri kita. Ibda' binafsik. Mulailah dari dirimu.

 Iklim agamis pada bulan Ramadhan ini, sesungguhya adalah momentum yang tepat bagi kita untuk membuat hidup kita berubah, menuju Islam yang kaffah. Ramadhan menghadirkan suasana yang kondusif bagi kita untuk lebih dekat kepada Allah dan mengamalkan Islam lebih dalam, tinggal bagaimana hal itu kita optimalkan, kita jaga dan kita kembangkan di luar Ramadhan nanti. Ramadhan, adalah kesempatan emas bagi kita untuk berupaya menerapkan Islam kaffah.

 Islam kaffah, yang artinya adalah ber-Islam secara total, tidak setengah-setengah, merupakan perintah dari Allah SWT. Seorang Muslim diseru Allah untuk mengarah ke sana.

Sunah Sunah Ramadhan

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah…
 Ramadhan yang kita berada di dalamnya ini merupakan satu bulan yang sangat istimewa. Karenanya banyak ulama' berharap bahwa setiap bulan adalah Ramadhan. Meskipun keinginan ini tidak pernah terwujud, mereka senantiasa berusaha me-ramadhan-kan seluruh bulan. Mereka juga berdoa selama enam bulan pasca Ramadhan agar ibadahnya sepanjang Ramadhan diterima. Lalu enam bulan kemudian mereka berdoa agar bisa bertemu dengan Ramadhan yang akan datang.

 Lalu saat Ramadhan tiba seperti saat ini, mereka betul-betul memanfaatkan Ramadhan secara optimal. Jika para pengusaha cerdas memanfaatkan setiap peluang dengan efektif sehingga memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dalam bisnis mereka, para salafus shalih bahkan jauh lebih serius dari apa yang mereka lakukan. Sebab mereka sadar bahwa tidak ada jaminan bahwa pada Ramadhan yang akan datang mereka masih ada di dunia ini dan memiliki kesempatan beribadah seperti ini.

 Maka, diantara hal yang perlu dilakukan adalah mengikuti sunnah-sunnah Ramadhan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut :

1. Sahur dan mengakhirkannya
2. Menyegerakan berbuka puasa
 Sunnah Ramadhan yang kedua adalah menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW bersabda:

 لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia tetap dalam kebaikan selagi menyegerakan berbuka (Muttafaq 'alaih)

 Ketika matahari telah terbenam dengan jelas, maka disunnahkan untuk segera berbuka. Sebaiknya berbuka adalah dengan buah kurma dan jika tidak ada, maka berbuka dengan minum air.

 3. Memperbanyak doa di tengah puasa dan ketika berbuka
 Mengapa? Karena doa orang yang berpuasa tidak ditolak oleh Allah SWT, baik saat tengah berpuasa maupun saat berbuka.
4. Menghindari hal-hal yang bisa membuat puasa sia-sia

 Terkadang kita jumpai masyarakat kita memaknai puasa hanya sekedar menahan makan dan minum. Sementara lisannya dibiarkan tidak berpuasa, telinganya masih tidak dijaga, atau bahkan tangan dan kakinya melakukan hal-hal yang keji.
 Rasulullah bersabda tentang hakikat puasa:

 ليس الصيام من الأكل والشرب إنما الصيام من اللغو والرفث

Puasa bukan hanya sekedar menahan makan dan minum, sesungguhnya puasa itu menahan diri dari hal-hal yang sia-sia dan keji (HR. Hakim dan dia menshahihkan sesuai syarat Muslim)

5. Shalat tarawih

 Diantara sunnah dalam bulan Ramadhan adalah shalat tarawih; sebuah ibadah sunnah muakkad yang tidak bisa kita jumpai di bulan yang lain. Kesempatan yang langka ini hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jangan biarkan diri kita kehilangan satu malam pun untuk shalat tarawih.

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 Dari Abu Hurairah RA. Berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW menganjurkan shalat malam pada bulan Ramadhan tanpa mewajibkannya", kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Muslim)

6. Memperbaiki amal dan tadarus Al-Qur'an

 Sunnah lainnya pada bulan Ramadhan adalah memperbaiki amal dan tadarus Al-Qur'an. Kita perbanyak tilawah Al-Qur'an juga melakukan tahsin tilawah dan mempelajari Al-Qur'an dan tafsirnya.

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

 Dari Ibnu Abbas RA. Berkata: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya memuncak pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya dan Jibril menemuinya setiap malam untuk tadarus Al-Qur'an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang bertiup". (HR. Bukhari)

 7. Bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir

 Sunnah yang biasa terlupakan kaum muslimin pada hari ini adalah pada 10 hari terakhir, yang merupakan puncak dari Ramadhan. Tetapi lebih banyak orang yang menggunakan waktu itu untuk persiapan lebaran dengan belanja atau persiapan mudik, dan lain sebagainya. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya.

 عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
 Dari Aisyah RA berkata : "Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggang". (Muttafaq 'alaih)

 Demikian sunnah-sunnah Ramadhan, semoga kita termasuk orang yang mendapat taufiq untuk melakukannya. Amin.

 Wallaahu a'lam bish shawab [Muchlisin]





RUKUN-RUKUN PUASA

 Puasa dibedakan menjadi beberapa perkara-perkara :

 ada 3 perkara:
 1.Rukun puasa yang pertama niat,jika malam kita tidak niat puasa maka puasanya tidak sah.
 2.Yang membatalkan puasa,misalnya saat siang-siang orang merokok,minum dan lain sebagainya.
 3.Orang yang mampu melaksanakan puasa.

 sunah puasa :
 1.harus cepat-cepat jika buka puasa atau adzan maghrib.
 2.waktu sahur harus pas.
 3.menjauhi dari kata-kata yang tidak bermanfaat.


berpuasa Ramadhan Berdasarkan Sunnah Rasulullah s.a.w.

Puasa Ramadhan adalah salah satu dari ibadah mahdhah (yang rincian tuntunannya telah ditetapkan dan dicontohkan oleh Rasulullah s.a.w.), yang oleh karenanya, kita – umat Islam – harus melaksanakannya sesuai dengan tuntunan-tuntunannya itu, jangan sampai ada penyimpangan dalam bentuk apa pun, apakah berupa penambahan atau pun pengurangan yang tidak ada landasan dalilnya.

Apa, bagaimana seharusnya dan untuk apa kita berpuasa, dalam tulisan ini akan dipaparkan secukupnya.

A. Definisi Puasa

Secara bahasa, puasa (ash-shiyâm, Arb.) — dalam bahasa Indonesia — artinya “menahan diri”, seperti tersebut dalam firman Allah SWT,

فَكُلِي وَ اشْرَبِي وَ قَرِّي عَيْناً فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَداً فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمنِ صَوْماً فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.” [QS Maryam/19: 26].

Adapun secara istilah (syar’i) ialah: “menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan disertai niat.”

B. Amalan-Amalan yang Berhubungan dengan Puasa
1. Niat

2. Qiyâm ar-Ramadhân

b.  Jumlah Rakaatnya

c.  Waktunya
d.  Qunut

3.  Sahur

Allah mensyariatkan sahur atas kaum Muslimin untuk membedakan puasa mereka dengan puasa orang-orang sebelum mereka, sebagaimana disabdakan Rasulullah s.a.w. dalam hadis Abu Sa’id al-Khudriy:

إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحُور.

“Yang membedakan puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” [Riwayat Muslim].

a.   Keutamaan Sahur

b.   Mengakhirkan Sahur adalah Sunnah
a. Hukum Sahur

Sahur merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan). Dalilnya adalah perintah Rasulullah s.a.w. :

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ

“Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat berkah”. [Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik].

Larangan meninggalkan sahur sebagaimana tersebut dalam hadis Abu Sa’id yang terdahulu. Oleh karena itu, Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bâri (3/139) menukilkan ijma tentang sunnahnya sahur.

4.  Waktu Puasa

Waktu puasa dimulai dari terbit fajar Subuh sampai terbenam matahari. Dalilnya, yaitu firman Allah:

“Dan makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian putihnya siang dan hitamnya malam dari fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.” [QS al-Baqarah/2: 186].

Rasulullah s.a.w. bersabda: Setelah jelas waktu fajar, maka kita menyempurnakan puasa sampai terbenam matahari, lalu berbuka sebagaimana disebutkan dalam hadis Umar ibn al-Khaththab r.a.

إذا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ  أَفْطَرَ الصَّائِمُ

“Jika telah datang waktu malam dari arah sini dan pergi waktu siang dari arah sini serta telah terbenam matahari, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” [Riwayat al-Bukhari dan Muslim]

Waktu berbuka tersebut dapat dilihat dengan datangnya awal kegelapan dari arah timur setelah hilangnya bulatan matahari secara langsung. Semua itu dapat dilihat dengan mata telanjang, tidak memerlukan alat teropong untuk mengetahuinya.

5.  Perkara-Perkara Yang Membatalkan Puasa

1. Makan dan minum dengan sengaja. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya:

“Dan makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian putihnya siang dan hitamnya malam dari fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam” [QS al-Baqarah/2: 187].
Sengaja untuk muntah, atau muntah dengan sengaja.
Haid dan nifas.
Injeksi yang berisi makanan (termasuk di dalamnya dengan menggunakan infus).
Bersetubuh.

6.   Perkara-Perkara Lain Yang Harus Ditinggalkan Saat Berpuasa

a.  Berkata Bohong

7.    Perkara-Perkara Yang Dibolehkan
8.  Orang-Orang Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa

1. Musafir “
2. Orang yang sakit
3. Wanita yang sedang haid atau nifas diwajibkan berbuka, maksudnya tidak boleh berpuasa.
4. Orang yang sudah tua dan lemah, baik laki-laki maupun perempuan dibolehkan untuk berbuka,

5. Wanita sedang hamil atau menyusui, yang takut terhadap keselamatan dirinya dan anak yang dikandungnya atau anak yang disusuinya, juga termasuk yang mendapat keringanan untuk berbuka. Tidak ada kewajiban bagi mereka, kecuali fidyah. Demikian ini adalah pendapat Ibnu Abbas dan Ishaq
9.  Berbuka Puasa

a.  Mempercepat waktu berbuka puasa.

Termasuk sunnah dalam puasa, yaitu mempercepat waktu berbuka. Sebagaimana dikatakan oleh Amr bin Maimun Al-Audi, bahwa sahabat-sahabat Muhammad s.aw. adalah orang-orang yang paling cepat berbuka dan paling lambat sahurnya. [Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dalam Al Mushannaf, no. 7591 dengan sanad yang dishahihkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bâri, 4/199]. Manfaat dari mempercepat berbuka ialah :

1)      Untuk mendapatkan kebaikan. Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Sahl bin Sa’ad r.a

2)      Merupakan Sunnah Nabi s.a.w..

3)      Untuk membedakan dengan puasa ahli kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda :

b.  Makanan Berbuka

Rasulullah s.a.w. menganjurkan kita untuk berbuka dengan kurma, dan kalau tidak ada, maka dengan air sebagaimana dikatakan Anas bin Malik:

«كَانَ رَسُولُ اللَّهِصلى الله عليه وسلميُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ».

“Rasulullah s.a.w. berbuka dengan ruthab sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka dengan kurma, dan kalau tidak ada kurma, Beliau menghirup (meminum) beberapa teguk air.” [HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih]. Ini merupakan kesempurnaan kasih sayang dan perhatian Beliau (Rasulullah) s.a.w. terhadap umatnya.

c. Bacaan Ketika Berbuka

Berdoa ketika berbuka termasuk dari doa-doa yang mustajab, sebagaimana disabdakan Rasulllah s.a.w.:

ثَلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada tiga doa yang mustajab, (yaitu): doanya orang yang berpuasa, doanya orang yang terzhalimi dan doanya para musafir”. [HR ath-Thabarani dari Abu Hurairah].

Dan sebaiknya berdoa dengan doa:

« ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

“Mudah-mudahan hilang dahaga, basah otot-otot dan mendapat pahala, insya Allah”. (Riwayat Abu Dawud dari Abdullah bin Umar)
d. Memberi Makan Kepada Orang Yang Berpuasa

Hendaknya orang yang berpuasa menambah pahala puasanya dengan memberi makan orang yang berbuka puasa. Orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Rasulullah s.a.w. bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلاَ يُنْتَقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا ، وَمَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ أَوْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الْغَازِي وَلاَ يُنْتَقَصُ مِنْ أَجْرِ الْغَازِي شَيْئًا

“Barangsiapa yang memberi buka puasa orang yang berpuasa, maka dia mendapat (pahala) seperti pahalanya (orang yang berbuka itu) tanpa mengurang sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut.. [HR Ahmad dan at -Tirmidzi dari Zaid bin Khalid]

10. Adab Orang Yang Berpuasa
Memperlambat sahur
Mempercepat berbuka puasa.
Berdoa ketika berpuasa dan ketika berbuka.
Menahan diri dari perkara-perkara yang merusak puasa.
Bersiwak (Menggosok Gigi)
Memperbanyak berinfak dan tadarus al-Qur`an.
Bersungguh-sungguh dalam beribadah, khususnya pada sepuluh hari terakhir.

Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan ibadah puasa yang kami sampaikan secara singkat.


Kaitan Rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak

Alhamdulillah hirobbli’aalamiin, segala puji kita panjatkan ke hadirat

Ilahi Rabbi, Penguasa Seluruh Alam. Atas rahmat dan kasih sayangNya, kita

semua bisa hadir di sini utk tolabul’ilm.

Walaupun di tengah2 berbagai kesibukan di depan komputer, tapi Allah SWT

masih memberikan waktu luang buat kita, untuk sejenak merajut ukhuwah

lewat kajian cyber ini dan mencari ilmu Allah.

InsyaAllah, pada kesempatan ini, saya akan membawakan satu tema ttg Kaitan

rukun Islam dan Prinsip-prinsip Akhlak

Tentu utk kita semua disini, sebagai muslim, sudah sangat hapal apa itu

rukun Islam Bahkan mungkin banyak jg yg bisa menjelaskan apa makna-maksud

setiap butirnya. Ada Syahadat, Sholat, Zakat, Shaum di bulan Ramadhan dan

Haji ke Baitullah Dari kelima rukun Islam itu ternyata memiliki kaitan yg

sangat erat dg Akhlak, bahkan rukun Islam adalah pedoman bagaimana seorang

muslim seharusnya ber-akhlak.

Rasulullah SAW diutus kepada kita mengemban tugas utk menyempurnakan

Akhlak

Al-Hadits : “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang

mulia” (HR.Malik)

Begitu pentingnya akhlak dalam islam seakan tidak ada ajaran agama kecuali

akhlak. Oleh karena itu akhlak menjadi landasan hidup dan pijakan dalam

berbicara , bersikap dan berprilaku, sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”(Q.S.

Al-Qalam, 68: 4)

Al-Hadist : Agama adalah akhlak yang baik (HR.Hakim)

“Kaum mukminin yang paling sempurna imannya, adalah orang yang paling baik

akhlaknya.” (HR. Ahmad, Al Hakim dll)

Rukun Islam sangat erat kaitannya dengan akhlak. Dua kalimat syahadat,

shalat, zakat, shaum dan haji tidak dapat dipisah-pisahkan dari prinsip

nilai akhlak. Setiap rukun itu harus berdampak positif pada perubahan

perilaku dan gaya hidup seorang muslim. Ok..kita bahas satu2 yah…

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, menuntut kejujuran dan keikhlasan.

Mengucapkan syahadat bukan sekedar formalitas utk menjadi muslim akan

tetapi lebih jauh dan dalam adalah sbg bukti keyakinan yang kuat dan

kejujuran yang sempurna serta keikhlasan yang dalam utk menerima islam

sebagai system hidup.

Bila seorang muslim JUJUR dalam menerima syahadat ini, tidak akan terjadi

penolakan2 terhadap hukum2 yg ALlah sudah tetapkan.

Bagaimana ALlah telah menetapkan garis, mana yg dihalalkan olehNya, mana

yg diharamkan olehNya, semua jelas, dan mana juga kemudahan2 yg ditawarkan

Allah SWT agar kita makhlukNya tidak sulit dalam menjalankan ajaranNya.

Rasulullah SAW bersabda : “ Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan laa

ilaaha illallah kemudian mati dengan komitmen padanya melainkan ia masuk

syurga” ( HR.Bukhari)

“Barangsiapa yang menghadap Allah dengan dua kalimat syahadat tanpa

meragukan sedikitpun maka ia masuk syurga”(HR.Ahmad)

Inilah bukti bahwa kemurnian Syahadat bagi seorang muslim akan terealisasi

dari Akhlaknya dan baginya pahala surga yg telah dijanjikan. Ini

satu-satunya TIKET MASUK SYURGA.

Tidak Ada Tuhan SELAIN Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah.

2. Menegakkan shalat, berdampak pada mencegah kejahatan dan kemungkaran

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadmu, yaitu Al-Kitab 8Al-Qur’an) dan

dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah diri dari

(perbuatan-perbuata n) keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah

(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)

dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabuut, 29 :45)

mengapa masih banyak orang sholat namun tidak mampu mencegah dirinya

berbuat maksiat pada ALlah???

itu artinya, masih banyak kaum muslim yg tidak memahami hakikat shalat.

Kerapihan dan penghayatan makna shalat akan membawa seseorang berakhlak

mulia dan akan terjadi pula sebaliknya. Bila shalatnya tidak dipahami dg

baik, maka tidak akan berpengaruh apa2 pada kemuliaan akhlaknya.

Menjauhkan diri dari sifat buruk dan mensucikan diri dari semua perkataan

serta amal buruk adalah hakikat shalat

Hadits Qudsi :

“Sesungguhnya Aku menerima shalatnya seseorang yang tawadhu’ karena

keagunganKu, tidak sombong terhadap makhlukKu, tidak terus menerus

melakukan maksiat terhadapKu, menghabiskan siangnya untuk berzikir

kepadaKu, menyayangi orang miskin, ibnu sabil dan janda serta menyantuni

orang yang terkena musibah.” (HR.Al-Bazzar)

Apa yg kita lakukan bila terkena masalah??sebagai muslim, Allah SWT telah

memberikan jalan keluar..yakni dg shalat. Dengan begitu, walaupun kita

dalam kondisi di uji Allah, tetap sabar.

”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang

demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS

Al-Baqarah: 45).


3. Mengeluarkan zakat dapat menghilangkan penyakit pelit dan mengembangkan

semangat solidaritas.

merupakan bentuk penanaman perasaan kasih dan sayang, Fungsi zakat adalah

penguat hubungan antar orang-orang yang saling mengenal, serta penyatuan

lintas strata masyarakat.

Tujuan zakat tercantum dalam Al-Qur’an Al Kariim :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu mereka

membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.

Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah

Maha Mendengar dalgi Maha Mengetahui. (Q.S. An-Nissa: 77)

Tidak ada kata terlambat, mulai saat ini, kita lihat harta kita, apakah

masih banyak yg belum terzakati? tidak dikeluarkan sedekahnya? Maka

segeralah keluarkan, agar harta yg kita pakai utk makan keluarga, sekolah,

dll merupakan harta bersih yg telah disucikan dg zakat dan sedekah.

4. Shaum di bulan ramadhan dapat mengendalikan diri dari nafsu syahwat
yang memiliki kecenderungan negative.

Ibadah shaum ini tidak dipandang hanya sebatas larangan makan dan minum

dalam rentang waktu tertentu, tapi merupakan tahapan larangan bagi jiwa

manusia mengendalikan syahwatnya yang cenderung negative.

“Bukanlah puasa itu hanya sekedar tidak makan dan minum. Puasa itu adalah

meninggalkan ucapan yang sia-sia dan kata-kata yang jorok. Jika seseorang

mencacimu atau berbuat jahil kepadamu katakana saja,”Aku sedang puasa’”.

(HR. Ibnu Khuzaimah)

5. Menunaikan haji ke tanah suci sebagai pembentuk sikap totalitas kepada

Allah, karena dituntut jihad harta, jihad fisik, jihad waktu dan

kepasrahan diri dalam melaksanakan ritual haji yang telah ditetapkan.

Ini adalah klimaks dari pelaksanaan rukun islam lainnya. Bagaimana

totalitas kita berserah diri utk ibadah kepada Allah SWT

Haji adalah jihad harta - jihad fisik

Sebagian orang mengira bepergian ke tanah suci ibarat wisata dan jauh dari

pesan moral dan nilai luhur dari berbagai ritual ghaib didalamnya. Ini

adalah salah besar.

Allah SWT berfirman :

“Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang

menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh

rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan didalam masa mengerjakan

haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah

mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa

dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal,” (Q.S.

Al-Baqarah:197)

Rafats adalah berjima’ atau melakukan hal-hal yang mengundang timbulnya

birahi, atau berbicara tentangnya di hadapan wanita (Lihat Tafsir Ibnu

Katsir 1/236-237).

Demikianlah para muslimah sekalian, lemahnya dan bobroknya akhlak adalah

bukti kelemahan iman.

Betapa seringnya Allah mengawali kitabnya dengan “Hai orang-orang yang

beriman….” Selanjutnya Allah menyebutkan tugas yang dibebankan kepada

mereka.

Kekuatan iman terlihat dari bagaimana ia berprilaku pada tamu,

tetangganya, berkata-kata, dll.

Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang BANGKRUT…….apa itu bangkrut?

“ Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab,”Orang

bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta

benda.”Beliau bersabda,”Orang bangkrut dikalangan umatku adalah seseorang

yang datang pada hari kiamat nanti dengan shalat, zakat dan puasanya. Ia

datang pada hari itu dan sebelumya pernah mencaci di ini, menuduh si ini,

memakan harta si ini, menumpahkan darah di ini, dan memukul ini. Maka yang

ini diberi dari kebaikannya (ibadahnya) dan itu dari kebaikannya

(ibadahnya). Jika kebaikannya sudah habis sebelum melunasi.



Penjelasan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan
Penjelasan Tentang Zakat Fitrah - Zakat fitrah adalah mengeluarkan bahan makanan pokok dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan (malam 1 Syawwal) dengan syarat-syarat  yang sudah ditentukan .
Zakat fitrah diwajibkan ditahun kedua Hijriyah.
Dasar wajib zakat fitrah  :
عن ابن عمر أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر أو صاعا من شعير على كلّ حرّ أو عبد ذكر أو أنثى من المسلمين ( رواه مسلم )

“Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar, Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum atas setiap orang muslim, merdeka atau budak, laki2 maupun perempuan“

Zakat fitrah wajib bagi setiap orang islam yang mampu dan hidup di sebagian bulan Ramadhan serta sebagian bulan Syawwal. Artinya, orang yang meninggal setelah masuk waktu maghrib malam lebaran (malam 1 Syawwal) wajib baginya zakat fitrah (dikeluarkan dari harta peninggalannya). Begitu juga bayi yang dilahirkan sesaat sebelum terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan dan terus hidup sampai setelah terbenamnya matahari malam 1 Syawwal.
Tapi sebaliknya, orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan atau bayi  yang lahir setelah terbenamnya matahari di malam 1 Syawwal tidak diwajibkan baginya zakat fitrah .

Yang dimaksud mampu yaitu, memiliki harta lebih dari
Kebutuhan makan dan pakaian untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahi pada siang hari raya beserta malam
harinya (1 Syawwal dan malam 2 Syawwal) .
Hutang, meskipun belum jatuh tempo (saat membayar).
Rumah yang layak baginya dan orang yang wajib dinafkahi.
Biaya pembantu untuk istri jika dibutuhkan.
Orang yang wajib dinafkahi yaitu:
Anak yang belum baligh dan tidak memiliki harta.
Anak yang sudah baligh namun secara fisik tidak mampu bekerja seperti lumpuh, idiot, dan sebagainya serta tidak memiliki harta.
Orang tua yang tidak mampu (mu’sir).
Istri yang sah.
Istri yang sudah ditalak roj’i (istri yang pernah dikumpuli dan tertalak satu atau dua) dalam masa iddah.
Istri yang ditalak ba’in  (talak 3) apabila dalam keadaan hamil.
Zakat fitrah berupa makanan pokok mayoritas penduduk daerah setempat.
Ukuran zakat fitrah 1 sho’ beras = 2,75 – 3 kg.
Urutan dalam mengeluarkan zakat fitrah ketika harta terbatas.
Orang yang memiliki kelebihan harta seperti di atas tetapi tidak mencukupi untuk fitrah seluruh keluarganya, maka dikeluarkan sesuai urutan berikut :
Dirinya sendiri.
Istri.
Pembantu istri sukarela (tanpa bayaran).
Anak yang belum baligh.
Ayah yang tidak mampu.
Ibu yang tidak mampu.
Anak yang sudah baligh dan tidak mampu (secara fisik dan materi).
Jika kelebihan harta tersebut kurang dari 1 sho’ maka tetap wajib dikeluarkan.
Waktu mengeluarkan zakat fitrah:
1. Waktu wajib, yaitu ketika mendapati sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari bulan Syawwal.
2. Waktu jawaz (boleh), yaitu mulai awal Ramadhan.
Dengan catatan orang yang telah menerima fitrah darinya tetap dalam keadaan mustahiq (berhak menerima zakat) dan mukim saat waktu wajib.
Jika saat wajib orang yang menerima fitrah dalam keadaan kaya atau musafir maka wajib mengeluarkan kembali.
3. Waktu fadhilah (utama), yaitu setelah terbitnya fajar hari raya (1 Syawwal) sebelum pelaksanaan shalat ied.
4. Waktu makruh, yaitu setelah pelaksaan shalat ied hingga terbenamnya matahari 1 Syawwal, kecuali karena menunggu kerabat atau tetangga yang berhak menerimanya.
5. Waktu haram, yaitu mengakhirkan hingga terbenamnya matahari 1 Syawwal kecuali karena udzur seperti tidak didapatkan orang yang berhak didaerah itu. Namun wajib menggodho’i.
Syarat sah zakat fitrah:
I. Niat.
Niat wajib dalam hati. Sunnah melafadzkannya dalam madzhab syafi’i.
Niat untuk fitrah diri sendiri:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنْ نَفْسِي لِلَّهِ تَعَالىَ
(Saya niat mengeluarkan zakat fitrah saya karena Allah Ta’ala)
Niat untuk zakat fitrah orang lain:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنْ  فُلاَنٍ أَوْ فُلاَنَةْ لِلَّهِ تَعَالىَ
(saya niat mengeluarkan zakat fitrah fulan atau fulanah karena Allah Ta’ala)
CATATAN : Anak yang sudah baligh, mampu secara fisik, tidak wajib bagi orang tua mengeluarkan zakat fitrahnya. Oleh karena itu apabila orang tua hendak mengeluarkan zakat fitrah anak tersebut, maka caranya :
Men-tamlik makanan pokok kepadanya (memberikan makanan pokok untuk fitrahnya agar diniati anak tersebut).
Atau mengeluarkannya dengan seizin anak.
Cara niat zakat fitrah
a. Jika dikeluarkan sendiri, maka diniatkan ketika menyerahkannya kepada yang berhak atau setelah memisahkan beras sebagai fitrahnya. Apabila sudah diniatkan ketika dipisah maka tidak perlu diniatkan kembali ketika diserahkan kepada yang berhak.
b. Jika diwakilkan, diniatkan ketika menyerahkan kepada wakil atau memasrahkan niat kepada wakil. Apabila sudah diniatkan ketika menyerahkan kepada wakil maka tidak wajib bagi wakil untuk niat kembali ketika memberikan kepada yang berhak, namun lebih afdhol tetap meniatkan kembali, tetapi jika memasrahkan niat kepada wakil maka wajib bagi wakil meniatkannya

II. Menyerahkan kepada orang yang berhak menerima zakat,
yaitu ada 8 golongan yang sudah maklum
Mustahik Zakat
Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) baik zakat fitrah atau zakat harta, yaitu sesuai dengan firman Allah SWT :
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya : “ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60)
Delapan golongan yang berhak menerima zakat sesuai ayat di atas adalah :
1. Orang Fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang Miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
3. Pengurus Zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpilkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan Budak: mancakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang yang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7. Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah): Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa fi sabilillah itu mancakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
 Hal–hal yang perlu diperhatikan:
1. Tidak sah memberikan zakat fitrah untuk masjid.
2. Panitia zakat fitrah yang dibentuk oleh masjid, pondok, LSM, dll (bukan BAZ) bukan termasuk amil zakat karena tidak ada lisensi dari pemerintah.
3. Fitrah yang dikeluarkan harus layak makan, tidak wajib yang terbaik tapi bukan yang jelek.
4. Istri yang mengeluarkan fitrah dari harta suami tanpa seizinnya  untuk orang yang wajib dizakati, hukumnya tidak sah.
5. Orang tua tidak bisa mengeluarkan fitrah anak yang sudah baligh dan mampu kecuali dengan izin anak secara jelas.
6. Menyerahkan zakat fitrah kepada anak yang belum baligh hukumnya tidak sah (qobd-nya), karena yang meng-qobd harus orang yang sudah baligh.
7. Zakat fitrah harus dibagikan pada penduduk daerah dimana ia berada ketika terbenamnya matahari malam 1 Syawal. Apabila orang yang wajib dizakati berada di tempat yang berbeda sebaiknya diwakilkan kepada orang lain yang tinggal di sana untuk niat dan membagi fitrahnya.
8. Bagi penyalur atau panitia zakat fitrah, hendaknya berhati-hati dalam pembagian fitrah agar tidak kembali kepada orang yang mengeluarkan atau yang wajib dinafkahi, dengan cara seperti memberi tanda pada fitrah atau membagikan kepada blok lain.
9. Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) tetap wajib fitrah sekalipun dari hasil fitrah yang didapatkan jika dikategorikan mampu.
10. Fitrah yang diberikan kepada kyai atau guru ngaji hukumnya TIDAK SAH jika bukan termasuk dari 8 golongan mustahiq.
11. Anak yang sudah baligh dan tidak mampu (secara materi) sebab belajar ilmu wajib (fardlu ‘ain atau kifayah) adalah termasuk yang wajib dinafkahi, sedangkan realita yang ada mereka libur pada saat waktu wajib zakat fitrah. Oleh karena itu, caranya harus di-tamlikkan atau dengan seizinnya sebagaimana di atas.
12. Ayah boleh meniatkan fitrah seluruh keluarga yang wajib dinafkahi sekaligus. Namun banyak terjadi kesalahan, fitrah anak yang sudah baligh dicampur dengan fitrah keluarga yang wajib dinafkahi. Yang demikian itu tidak sah untuk fitrah anak yang sudah baligh. Oleh karena itu, ayah harus memisah fitrah mereka untuk di-tamlikkan atau seizin mereka sebagaimana keterangan di atas.
13. Fitrah dengan uang tidak sah menurut madzhab Syafi’i.

Pendalaman Wawasan Islam
Ramadhan akan diturunkan Lailatul Qur'an.Apabila kita bisa menangkap lailatul Qur'an,kita tidak akan rugi.Ramadhan ini penuh rahmat dan merupakan shall pahala.Tuhan akan mngobral ampunan dibulan ramadhan.Kalau kita melaksanakan puasa dengan ikhlas,kita akan diampuni dosa-dosa kita.Shoma=menahan diri.Puasa adalah menghindari makan,minum dll dari terbit matahari hingga terbenam matahari.
Orang berpuasa:1. Dia berbuka 2. dia akan mendapatkan pahala pada saat bertemu Tuhannya.
Orang puasa juga:
1.Menghindarkan dari segala sesuatu yang keji
2.Menaati sholat kembali agar lebih sempurna kembali
3.Melatih diri
4.Membaca Al-Qur'an
5.Perbanyaklah berdzikir,sholat




Muamalat
Islam adalah agama yang sempurna.Kesempurnaan islam menyangkut beberapa aspek.Keutamaan islam yaitu masalah iman yang tidak nampak:
1.Sisi Aqidah
2.Sisi ibadah
sisi ibadah menyangkut ibadah bersifat ritual.persamaan sisi Aqidah dengan sisi ibadah,kedua-duanya tidak berubah dan hukumnya saqib karena langsung dicontoh oleh Rosulluloh
3.Muamalat adalah satu ruang lingkup dalam islam yang menyangkut agama islam yang mengatur sisi kita.Ayat2 muamalat lebih besar dari pada ayat-ayat Al-Qur'an.Porsi yang banyak dalam islam yaitu posisi interaksi.
Ciri2nya diantaranya :1.dia tidak berubah dan menerima tuntutan zaman ekonomi Islam merupakan sub muamalat.Wilayah muamalat dimana kita berinteraksi sesama manusia.Allah menghalalkan jual-beli,mengharamkan unsur iba/hiba.Al-Qur'an banyak mengatur prinsipil.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 282 yang artinya Apabila berhutang jangan lupa ditulis agar tidak terjadi perselisihan
Al-Annur yang artinya Jangan memasuki rumah orang lain sebelum diijinkan dan membaca salam.










Al-Akhlak(Toleransi)
Bgaimana kita bertoleransi sesama?Rosulluloh bersabda:"Sesungguhnya saya diutus unuk membenarkan akhlak-akhlak mulia dan Hakekat agama ini adalah bagaimana kita berinteraksi sesama?.
dalam berinteraksi,kita harus memahami tabiat yang berbeda-beda.
Zaman dahulu rumah nabi Muhammad dilempari kotoran hwa.namun,Nabi tidak marah.Suatu hari orang yang melempari kooran tersebut(orang yahudi) jatuh sakit.Lalu rosulluloh berkata"Saya akan menziaraih orang yahudi yang telah melempari kotoran didepan rumah saya yang sedang sakit".

Akhlak Rosululloh adalah Al-Qur'an.
keika kita menghadapi musuhkita perlu menunjukkan sikap toleran.Suatu toleran mempunyai nilai tinggi dalam peperangan.

Alangkah Indahnya Islam:1.Memberikan maaf kepada orang atau keluarga yang telah berbuat salah kepada kita.

Allah bersabda kepada Abu bakar pada surat An-nur ayat 22 yang artinya Janganlah bersumpah untuk tidak membanu orang lain,memaafkan apabila da yang salah.

Orang-orang yang minum minuman keras akan mendapatkan hukuman menjilit.
kita harus menghargai ,menghormati pendapat orang lain





Akhlak
Allah berfirman yang artinya"Sesungguhnya engkau wahai-wahai muhammad,akhlak muhammad bukan sekedar akhlak mulia bukan sekedar akhlak Rosul".
Sifat mulia akan disukai orang lain.

Ada 2 kekuatan didalam manusia yaitu positif dan negatif. Kedua kekuatan/karakter ini terus berperang.
Karakter positif yang menang akan muncul akhlak yang terpuji dll.Apabila karakter negatif yang menang,perbuatan akhlak yang tidak tepuji akan muncul.

Allah berfirman yang artinya" wahai kalian manusia beriman diwajibkan untuk menjalankan puasa.
Kata takwa mencakup akhlak mulia:
1.Akhlak kepada Allah SWT
2.Akhlak kepada Ciptaan Allah SWT

Rosullulloh pantas menjadi sauri tauladan. Orang yang paling baik adalah orang yang baik terhadap keluarganya








Puasa Ramadhan
Ibnu Rojab berkata" ada 3 sebab amal seseorang dilipat gandakan:
1. Sharoful Haram artinya memuliakan tempat melakukannya
Rosullulloh bersabda Umroh dibulan puasa,sama kaya ibadah haji.
2. Sharoful Amil: Kemuliaan orang yang melakukannya
Rosullulloh bersabda" Janganlah kalian mencaci maki saudaranya"
3. Kemuliaan Waktu(Sharoful Zaman)
Salah satunya yaitu bulan puasa. Ibadah sunnah dibulan puasa, pahalanya sama dengan Ibadah wajib. Pada bulan puasa, syetan diikat dan pintu syurga dibuka.

Apa yang melebihkan bulan ramadhan dalam riwayat Ust. Ahmad "Orang yang meninggal diatas kasur masuk syurga".
Rosullulloh bersabda"Ingat bahwa amal ibadah seseorang bukan jaminan masuk syurga".Apa yang membuat masuk syurga?:
1. Pengampunan dari Allah SWT
2. Kasih sayang dari Allah SWT
Rahmat mulai ada dibulan Ramadhan.








Memahami Tauhid Secara Praktis
Tauhid menurut arti bahasa yaitu Satu menjadi satu, banyak menjadi satu.sedangkan menurut istilah tauhid artinya mengesakan Allah SWT.
Tauhid yang dipelajari sahabat nabi zaman dahulu yaitu takwa dll.

Tauhid dibagi menjadi 3 secara praktis:
1. Tauhid Imani: Pembenaran dalam keesaan dan mengucapkan secara lisan.Tauhid akan menghilangkan syirik. Allah berfirman dalam surat Yusuf" Masih dianggap syirik,orang yang beriman kepada Allah SWT".
2. Tauhid Yakini: Tauhid yang didapat dari keyakinan.Orang yang memiliki Tauhid ini adalah orang yang beranggapan ilmu itu berpengaruh kepada Allah SWT.Alam ini merupakan bukti adanya Allah SWT.
3. Tauhid Khali:Khal adalah kedudukan seseorang seperti dipuncak yang tinggi.
Pemilik tauhid ini biasanya didalam Al-Qur'an dinamakan "Mukorobin".Orang-orang yang taat kepada Allah SWT adalah orang-orang yang telah diberikan nikmat dari Allah SWT.
Titik yang harus meningkatkan tauhid diantaranya mempelajari ilmu, Al-Qur'an dan senantiasa berzikir.









Khusyu
Khusyu didalam Al-Qur'an sebagian artinya tenang. Bukhori muslim itu yang kedua setelah Al-Qur'an(menurut beberapa ulama).Beliau lebih suka masak,belanja sendiri dan beliau menutup telinganya dengan kapas.Apa kaitannya?.Ketika beliau menimbang,yang menimbang itu kenal beliau dan penjual itu menambah sedikit tetapi imam bukhori mengembalikan tambahan itu atau mengembalikannya. Imam Bukhori tidak mau rakus.

Orang Khusyu: Orang-orang akan bertemu dengan Allah dan mempertanggung jawabkan perbuatan-perbuatan didunia(dalam Al-Qur'an).Dalam Ayat yang lain maksudnya perlu konsentrasi.Sholat itu apabila nyolong.Itu perbuatan munkar."Siapa saja yang keluar dari lemah lembutnya dan Allah memberikan sifat lemah lembut unttuk berinteraksi lebih baik".
Sholatlah seperti orang yang mau mati, ingat semua perbuatan baik maupun jelek.


Menulis utang dibuku utang
Segala perintah dan larangan kita harus lakukan.Jika perbuatan larangan,kita hindari.Apabila ada kalimat "Pinjam uangnya donk",itu berarti sudah melakukan akad. Akad sangat penting bagi kehidupan kita. Untuk tidak terjadi sisi negatif yaitu misalnya lupa, karena itu kita seharusnya ditulis apabila ada yang meminjam uang kita."Allah akan menghapuskan dosanya, kecuali utang-piutang.

Manfaat menulis hutang:
1. Ketika menulis ada dalam otak kita rencana untuk membayar.Dibuku utang kita,ada uangnya untuk membayar hutang
2. Berhubungan dengan pencurian.Surat Annisa ayat 11-12"seluruh pelaksanaan jenazah,kewajiban pewaris wajib membayar utang orang yang meninggal itu.
Kita harus memiliki buku utang.Rosullulloh SAW ketika ada orang mati, lalu Rosul bertanya kepada sahabat Rosul yang akan menyolati Apakah ada utang?"sahabat Rosul menjawab iya.Rosul SAW menganjurkan kepada kita untuk membuat dan membuka buku utang
Kita Mantapkan Al-Qur'an
Mengapa Al-Qur'an diturunkan Allah Kedunia?????

1. Karena pada waktu itu, terjadi krisis Aqidah
2. Terjadinya deka desil Moral
Sebaiknya apabila menikah,melaporlah kelembaga Agama
3. Rusaknya Sistem Masyarakat

Ada 4 setelah Al-Qur'an diturunkan
1. Mengimani kebenaran Al-Qur'an
bagi umat islam kebenaran Al-Qur'an tidak bisa ditawar lagi.
2. Mengkaji Isinya dengan baik
Janganlah mengkaji isinya dengan metode yang salah.Karena dapat menimbulkan kekeliruan.Bagaimana kembalinya kepada Al-Qur'an?
3. Mengamalkannya
Orang yang tau ilmunya tetapi tidak mengamalkannya ilmu yang di punya tidak berarti apa-apa dan suatu saat akan hilang.Selain itu,jagalah persaudaraan dalam hidup bermasyarakat agar mendapatkan rahmat Allah SWT dan" Hendaklah bersedekah yang dimudahkan rezekinya dan apabila rezekinya sulit,hendaklah tetap bersedekah"
4. Mendakwahkan Kepada Masyarakat.





Aqidah
Kata para ulama, Aqidah itu rukun Iman. Aqidah dalam Al-Qur'an itu konstan/tidak berubah.Ada hal-hal yang konstan ada juga yang dinamis.Aqidah:
1. Aqidah Muslim
2. Aqidah bagi seorang muslim
Aqidah untuk seorang muslim merupakan sebagai Roh

Aqidah dengan pengetahuan itu berbeda. Kemampuan untuk menggerakan tubuh untuk membuat baik itu Aqidah. Aqidah itu sangat penting sebagai peran apapun.Aqidah itu adalah sebuah ruh-ruh yang tidak semua orang bisa mempunyai/memilikinya.

Sewaktu Rosullulloh hijrah ia bersembunyi digua Tsur.Abu bakar yang menemani Rosul untuk hijrah dan bersembunyi.Di gua Tsur itu merupakan salah satu nikmat Aqidah.


Akhlak dalam Islam
Secara umum dibagi2
1. Akhlak terpuji
2.Akhlak tercela
Surat Ali Imron ayat 133-134"bergegaslah menuju jalan tuhanmu".Siapakah orang yang berakhlak??.Allah berfirman yang artinya"orang yang berfirman,orang yang dapat memaafkan orang lain.
Kata Rosul"Tak 1 amalpun yang berat ditimbang dari pada Akhlak mulia"
Sifat mulia dalam islam diantaranya suka memberi/dermawan


Ibadah
Orang yang memiliki etikap, dia memiliki Ibadah. Allah berfirman yang artinya"Tidak aku ciptakan jin dan manusia untuk beribadah".
Orang yang mencari nafkah itu merupakan Ibadah. Orang yang melakukan kewajiban merupakan ibadah. Menutup Aurat,kita akan mendapat pahala. Tidur dengan niat yang baik juga merupakan ibadah.
Kita diciptakan Allah SWT untuk beribadah. Allah SWT akan mengadili kita diakherat.Allah SWT berfirman yang artinya:Barang siapa yang melakukan ibadah sekecil apapun.akan dibalas dan sekecil apapun kejahatan juga akan dibalas.
Allah menghidupkan dan mematikan kita untuk menguji siapa yang baik diantara kita.
Rosullulloh bersabda yang artinya" Mengiringi mayat ada3:Harta,keluarga yang ditinggal.Itu semua adalah satu-satunya yang bisa menemani kita dialam kubur/akherat.
Apabila amal kebaikannya baik,akan selamat.
Perbanyaklah amal ibadah kita untuk bekal diAkherat.
Rosullulloh bersabda yang artinya" Memanfaatkan yang 5 waktu:Waktu muda,tua,sakit,sehat,kaya,miskin apa yang kita lakukan?".










Nikmat
Akan terwujud keimanan apabila Islam diakui.
Allah berfirman yg artinya"Tidaklah seorang mukmin laki-laki maupun perempuan,apabila Allah bilang A,B dia akan melakukan.Apabila orang munafik,dia berkata kami akan menjalankan tetapi ada embel-embelnya.
Kita harus bangga sebagai Islam karena Aqidah Islam mempunyai kelebihan:
1. Aqidah Islam itu jelas
Agama Islam itu jelas-jelas menyembah Allah SWT
2. Aqidah Islam itu Fitrah
Allah berfirman yang artinya"Taatkala Allah mengingatkan kita bayi Adam,Allah mengatakan saya ini Tuhanmu.........agar manusia di akherat dia lalai dalam lalaiannya,agar manusia tidak mengatakan musyrik.
Setiap manusia dilahirkan pasti dalam keadaan fitrah.Tetapi tida tahu kelanjutannya
3. Aqidah Islam itu tetap
4.Aqidah Islam penuh bukti.
Allah tidak menyerupai apapun.Kita harus menjaga akhlak suci.
Perbaharuilah iman dengan cara Lailahilallah.








Sifat lapang dada
Sifat ini melahirkan sifat-sifat yang dapat menghilangkan dengki. Kalau bukan karena Lapang dada, kita tidak akan memaafkan kesalahn orang lain.Dunia akan menjadi neraka,apabila tidak ada lapang dada.
Allah berfirman yang artinya"Wahai Tuhan kami,ampunilah dosa-dosa kami maupun saudara-saudara kami.Kalau ada rasa dengki dalam diri kita,akan timbul kebencian.
Sifat lapang dada berkaitan dengan pemaaf.
Allah berfirman yang artinya"Dan org-org senantiasa menahan emosi,memaafkan dll.
Buah sifat lapang dada:
1.Syurga Allah
2.Ketenangan Hati
HAl-hal yang menghalangi:
1.Godaan Syetan
2.Hati yang lalai
3.Perbedaan
4.Persaingan yang tidak sehat
Janganlah menasehati orang didepan orang ramai.
Tips Lapang dada:
1. Banyak berdoa
2.Hindarkan hati yang lalai
3. Berbaik sangkalah kepada org
4. Sabar
5.Pemaaf


Ibadah
4 Unsur yang ada didalam gerakan tubuh
1. Ada unsur Ibadah
2.Ada nilainya
3.Seni,gerakan
4.Akhlaqul
Disuatu nilai ada ibadahnya
Bagaimana ibadah dibulan ramadhan?
Allah berfirman yang artinya"Sesungguhnya puasa itu amanat".Bagaimana cara menjaga puasa?
1. Menjaga pandangan yang diharamkan
Rosul pernah berkata"Sesungguhnya pandangan itu anak panah iblis
2. Hendaklah menjaga lisan dari sesuatu yang haram misalnya fitnah
Rosul bersabda"Sesungguhnya puasa itu perisai.Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menajaga hati.
3. Menjaga Pendengaran kita yang diharamkan Allah SWT
Allah berfirman yang artinya" Mereka yang suka mendengar yg jelek,mereka sama saja memakan makanan yg haram
4. Menjaga tubuh
5 Hendaklah watu berbuka tidak terlalu banyak
6. Hendaklah waktu berbuka kita cemas

Hendaklah beribadah ketika puasa dengan niat yang baik



Hikmah
Hikmah dari ujian/cobaan:
1. Seorang mukmin untuk dewasa

Macam-macam Ujian:
1.Ujian dari sisi keluarga dan anak
hendaknya jangan menganggap anak seperti pembantu.Rosul sejak kecil ditinggal ayahnya umur 2thn,6 thn ibunya meninggal lalu diasuh pamannya dst kisah ini disebut tahun kesedihan
2. Ujian dari siksa musuh
3. Ujian dari penyakit
4. Ujian dalam bentuk harta(jabatan dll)
Contoh konkrit:Fir'aun
yang dikatakan fir'aun waktu tenggelam dilaut merah kalau tidak salah saya tidak menyembah Tuhan
Salah satu trik menghadapi Ujian diantaranya meningkatkan hubungan vertikal kepada Allah.










Mu’amalah
Islam itu adalah agama yang sempurna. Islam mengatur keimanan dan perilaku. Perilaku kita bisa juga berbeda-berda.
 Persamaan antara sisi ibadah dan akidah tidak akan berubah sampai akhir zaman.
 Sebenarnya posisi Mu`amalah ini tidak jauh berbeda dengan akhlaq...
 Kita harus hidup dengan orang yang berbeda-beda dengan kita...
 Di dalam Al-Qur`an terdapat benyak sekali ayat-ayat tenyang Mu`amalah...
 Memberikan sesuatu seperti memberikan motifasi-motifasi yang tidak halal itu tidak boleh...
 Dalam surat Al-BaQarah terdapat ayat bagaimana tertibnya ISLAM...
 Allah SWT mengatakan dalam ayat lainjika kita akan masuk kerumah orang janganlah kita lupa mengucapkan salam dan permisi. Dan kita masuk ke dalam rumah orang tetapi tidak terdapat orang di dalamnya janganlah kita masuk.
 Dan jika kita sudah diusir oleh tuan rumah pergilah dengan ikhlas...

Al-Qur’an
Sebagai umat muslim yang beriman kepada kitab suci Al-Qur'an, terdapat 5 hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan Al-Qur'an, yaitu 5M. Pertama, kita perlu memiliki Al-Qur'an. Kitab Al-Qur'an merupakan buku yang paling banyak dimiliki oleh manusia di seluruh dunia. Kedua, membaca Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an adalah awal untuk kita dapat menghafal dan melakukan M yang ketiga, yaitu memelajari. Memelajari Al-Qur'an sangat penting karena sudah dijelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan pedoman hidup setiap umat Muslim sehingga segala tuntunan, ibadah, dan kewajiban serta larangan bagi umat Muslim terdapat di dalamnya.

Setelah memelajari Al-Qur'an, setiap muslim harus mengamalkannya. Pengamalan ini adalah cerminan seberapa besar setiap muslim memahami firman Allah, Tuhannya. Terakhir, setelah keempat hal tadi adalah menginfakkan Al-Qur'an sehingga isi di dalam Al-Qur'an senantiasa tersampaikan ke umat Muslim di manapun berada.

Puasa
Salah satu orang bertaqwa itu bersedekah sewaktu kita sedang Susah dan Lapar dan haus...
 Jika pada bulan Ramadhan itu kita wajib membayar zakat fitrah...
 Setiap manusia yang ada di bumi ini tidak ada bedanya atau sama semua...
 Beriman kepada kita suci, Allah percaya bahwa kita selalu membacanya ( Al-Qur`an )...
 Beriman pada hari akhir,karna kalau kita berbuat baik akan mendapatkan balasan yang setimpal dan yang jahat pun begitu jadi semua perbuatan akan mendapatkan balasan-balasan yang setimpal...
 Menahan diri dari kemarahan keemosional dan keinginan...
 Ciri-ciri orang bertaqwa ialah jika ia berbuat salah ia akan langsung ingat Allah SWT...

Hikmah menahan lapar
Dalam surat Asy-Syams Allah menyebutkan manusia, ciptaannya, dengan sebutan nafs. Nafs dapat diartikan sebagai jiwa. Maka pada Bulan Ramadhan ini yang dilatih adalah jiwa, bukan raga. Ibadah puasa mengukuhkan sebagaimana besar takwa kita kepada Allah. Puasa yang dilakukan karena adanya iman kepada Allah akan meningkatkan kekokohan jiwa kita sebagai hamba-Nya. Belum lagi, di saat malam di mana seharusnya kita sudah bisa menikmati makanan kesukaan kita, bersantai-santai, dan beristirahat, justru terdapat anjuran sholat tarawih dan sebagainya.









Ceramah Ramadhan

Disusun oleh :




Livia ayu l.
9J



SMPN 51 Bandung

1 komentar:

  1. saya ingin bertanya , dari semua ceramah ini narasumbernya berbda beda atau sama ?? makasih

    BalasHapus

Next Prev
▲Top▲